Berita

Dramaturgi Politik Jelang Pilpres

2018-10-17

Nurudin 
Kepala Pusat Kajian Sosial Politik, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

NEGERI ini penuh dengan skenario politik. Inilah sebenarnya kalimat yang perlu dijelaskan kepada masyarakat luas. Pemerintah punya skenario, kelompok masyarakat yang berseberangan dengan pemerintah juga punya skenario. Sementara itu, masyarakat seringkali menjadi korban dari skenario elite politik itu.

Mengapa ini perlu dijelaskan? Agar masyarakat tidak mudah tergiring dengan opini atau perilaku skenario elite-elite politik. Selamanya elite-elite adalah para pemain politik, sementara masyarakat sering dijadikan “alat” untuk mencapai tujuan skenarionya. Dengan kata lain, elite politik sering meminjam tangan masyarakat untuk meraih ambisi politiknya.

Mengapa kenyataan tersebut perlu disampaikan ke masyarakat luas?  Pertama, agar masyarakat tidak terantuk batu kesekian kali untuk memilih elite politik di masa datang. Kedua, agar masyarakat tidak mudah tergiring pada perilaku di luar kenyataan yang ada. Alasannya, sebagian besar perilaku elite politik hanya sebuah drama yang sedang diperankan dengan lakon politik.  Ketiga, untuk menyindir elite politik bahwa perilakunya selama ini penuh dengan kesemuan saja.

Dunia ini panggung sandiwara. Namun demikian, apakah kita benar-benar paham bahwa negara ini juga termasuk panggung sandiwara? Inilah yang akan dijelaskan dalam tulisan ini.

Dramaturgi
Untuk menjelaskan fenomena politik di atas, kita diingatkan pada penelitian Erving Goffman The Presentational of Self in Everyday Life (1959) yang membicarakan tentang dramaturgi.  Sekilas dramaturgi adalah sebuah sandiwara yang disajikan oleh kehidupan manusia. 

Jadi yang memerankan adalah manusia-manusia di sekitar kita. Karena itu, masing-masing manusia diperbolehkan memilih perannya. Kehidupan manusia penuh dengan panggung sandiwara yang lengkap degan setting panggung dan akting individu sebagai aktor dalam kehidupan.

Sebagaimana umumnya sebuah lakon drama, Goffman menyebut ada rekayasa panggung. Misalnya, seseorang harus pandai memerankan dirinya di bagian depan (front stage) dan bagian belakang (back stage) dengan peran yang berbeda.

Bagian depan itu mencakup setting  dan personal front (penampilan diri). Sementara itu, bagian belakang berkaitan dengan the self yakni semua aktivitas  tersembunyi untuk melengkapi keberhasilan akting atau penampilan diri yang ada di depan itu.

Bisa dikatakan, wilayah depan biasanya adalah wilayah individu bergaya dan formal. Mengapa? Karena mereka sedang memainkan perannya di panggung.  Sedangkan wilayah belakang biasanya merujuk pada tempat dan peristiwa yang memungkinkan mempersiapkan perannya di wilayah depan. Jadi, wilayah belakang akan ikut mendukung peran depan apa yang akan dimainkan. Tentu saja, peran depan itu hanya rekayasa semata.

Kita sekarang menganalogikan dengan sebuah panggung pertunjukan. Panggung depan biasanya panggung terlembagakan yang mewakili kepentingan kelompok/organisasi. Agar pertunjukan berlangsung dengan baik, seorang aktor perlu mengabaikan kepentingan dan karakter pribadi agar pertunjukan sesuai skenario. 

ADVERTISEMENT
Sementara itu, pembuat skenario, tata rias menyiapkan semuanya. Kaum dramaturgis memandang manusia adalah aktor panggung metaforis yang sedang memainkan peran masing-masing.

Politik
Sebagaimana kehidupan ini, politik tak lain juga sebuah panggung dengan banyak aktor yang terlibat. Dalam politik, seorang individu juga menampilkan fornt stage dan back stage secara berbeda. Seseorang tentu akan menjadi lain dari sebenarnya setelah ia tampil menjadi politisi. 

Sebagai sebuah panggung politik juga penuh dengan skenario sesuai tujuan akhir lembaga politik. Perilaku individu akan dipengaruhi oleh peran dirinya di depan dengan didukung oleh aktor  di belakang layar.

Sebagaimana panggung sandiwara,  panggung politik depan tidak mencerminkan apa adanya seorang individu. Individu  hanya melakoni tujuan skenario dari belakang panggung. Tak heran pula jika seseorang yang sifat aslinya baik bisa berubah total setelah ia terlibat dalam politik (front stage).

KATEGORI


Recent berita


Thumbnail [225px x225]

STRATEGI PENGEMBANGAN PERILAKU ADAPTIF ANAK TUNAGRAHITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pengembangan perilaku adaptif anak tunagrahita melalui mode

Selengkapnya..
Thumbnail [225px x225]

Dramaturgi Politik Jelang Pilpres

Nurudin 
Kepala Pusat Kajian Sosial Politik, FISIP, Universitas Muha

Selengkapnya..
Thumbnail [225px x225]

Permainan Politik Bocah

Ketika memasuki kelas 4 Sekolah Dasar (SD), saya pernah menemukan sebuah layang-layang yang tersa

Selengkapnya..
Thumbnail [225px x225]

BUDAYA: MINANGKABAU. ASALNYA PERANTAU HEBAT

Minangkabau.
Adalah salah satu suku budaya dari bermacam-macam suku budaya di Indonesia, a

Selengkapnya..
Thumbnail [225px x225]

WAJIB TAHU, 9 BUDAYA INDONESIA YANG SUDAH DIAKUI SECARA RESMI OLEH UNESCO

Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam. Setiap daerah, punya budayanya masing-masing.

Selengkapnya..